WARTA  

Ngaji Organisasi dalam Mempersiapkan Transformasi Organisasi di Akar Rumput

judul gambar

 

TANON, SRAGEN – Upaya memperkuat kapasitas organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat akar rumput terus dilakukan. Pada Sabtu malam, 31 Mei, pukul 20.30 WIB, bertempat di Kantor MWCNU Kecamatan Tanon, seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Tanon mengikuti kegiatan Ngaji Organisasi dalam Mempersiapkan Transformasi Organisasi di Akar Rumput. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Tanon, mulai dari Rais, Katib, Ketua, hingga Sekretaris, sebagai bentuk keseriusan dalam menyiapkan organisasi menghadapi tantangan era digital.

Dalam iftitahnya, Rais Syuriyah MWCNU Tanon, KH Shobirin, menegaskan pentingnya transformasi organisasi sebagai kebutuhan zaman. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut seluruh struktur NU, termasuk ranting-ranting di desa, untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Ia mendorong seluruh pengurus ranting agar mulai mempersiapkan diri menyongsong era digital dengan memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas administrasi, serta membangun budaya kerja yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an yang selama ini menjadi ruh perjuangan organisasi.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanon,KH Jefri, mengajak seluruh peserta untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan barisan. Ia menegaskan bahwa Tanon memiliki modal sosial yang besar sebagai salah satu basis gerakan kultural NU yang paling maju dari sisi jumlah dan partisipasi warga di Kabupaten Sragen. Dengan kekuatan tersebut, menurutnya, seluruh jajaran NU di Tanon harus optimistis dan siap menerima serta menjalankan berbagai program dan agenda yang digulirkan oleh PBNU, PWNU Jawa Tengah, maupun PCNU Sragen terkait agenda transformasi organisasi. “Kita harus menyatukan barisan dalam konsolidasi sekarang ini. Dengan potensi yang dimiliki Tanon, saya yakin kita lebih siap menjalankan transformasi organisasi secara menyeluruh,” tegasnya.

Sebagai pemateri tunggal, Ketua Tanfidziyah PCNU Sragen, Dr. Sriyanto, M.Pd.I , menyampaikan materi secara lugas dan membumi. Ia mengurai persoalan organisasi dari hal-hal yang paling sederhana yang sering dihadapi para pengurus ranting, mulai dari lemahnya administrasi, kurangnya kaderisasi, hingga tantangan komunikasi di era digital. Tidak hanya mengungkap berbagai krisis yang kerap muncul dalam tubuh organisasi, Dr. Sriyanto juga menawarkan sejumlah solusi dan terobosan strategis agar NU mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Paparan yang disampaikan dengan bahasa ringan dan contoh-contoh nyata membuat peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi hingga larut malam.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sambil menikmati secangkir kopi, para peserta aktif berdialog dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di tingkat ranting. Sesi tanya jawab berjalan hidup dan interaktif, mencerminkan semangat bersama untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan adaptif. Setelah berlangsung sekitar dua jam, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Katib Syuriyah MWCNU Tanon, K. Choirul Anam, menandai berakhirnya sebuah malam konsolidasi yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam menyongsong transformasi organisasi NU dari akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *