SRAGEN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen resmi meluncurkan Logo Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III sebagai identitas resmi pelaksanaan Musker III yang akan digelar pada 27 September 2026 di MI Ma’arif NU Plupuh.
Muskercab III PCNU Sragen mengusung tema “Meneguhkan Khidmah, Menguatkan Jam’iyyah, Menyongsong Masa Depan.” Forum ini menjadi momentum penting bagi PCNU Sragen untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan langkah dan kebijakan organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.
Peluncuran logo tersebut tidak hanya menjadi penanda visual kegiatan, tetapi juga membawa pesan tentang sejarah, tradisi, identitas lokal, dan arah perjalanan jam’iyyah NU Sragen.
“Logo ini kami desain bukan hanya sebagai identitas Musker III, tetapi juga untuk menggambarkan semangat kita dalam merawat tradisi, memperkuat jam’iyyah, sekaligus menyiapkan masa depan NU Sragen,” ujar Ketua PCNU Sragen.
Mengangkat Sosok Joko Tingkir
Salah satu unsur utama dalam logo adalah bentuk yang terinspirasi dari sosok Pangeran Kanjeng Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Pemilihan simbol tersebut memiliki keterkaitan dengan Plupuh sebagai lokasi pelaksanaan Musker III.
Sosok Joko Tingkir dalam filosofi logo merepresentasikan nilai kepemimpinan, keberanian dalam mengambil keputusan, kebijaksanaan, keteguhan menjaga nilai, serta kemampuan merawat kesinambungan sejarah.
Penggunaan simbol tersebut sekaligus menempatkan Muskercab III dalam konteks lokal. Sejarah dan kebudayaan Plupuh tidak sekadar menjadi latar tempat penyelenggaraan, tetapi turut menjadi bagian dari identitas visual forum organisasi.
Mahkota sebagai Simbol Amanah dan Marwah
Pada bagian atas logo terdapat mahkota yang terinspirasi dari ornamen mahkota pada pintu masuk makam Joko Tingkir di Plupuh.
Mahkota dimaknai sebagai simbol keagungan, amanah kepemimpinan, dan marwah organisasi. Pesan ini sejalan dengan semangat Muskercab III yang menempatkan kepemimpinan dan tanggung jawab jam’iyyah sebagai bagian penting dalam menentukan arah organisasi.
Batik dan Identitas Budaya Plupuh
Logo juga menampilkan ornamen batik sebagai representasi tradisi dan identitas budaya Plupuh. Batik dimaknai sebagai simbol tradisi yang diwariskan, kreativitas yang terus dikembangkan, serta identitas lokal yang perlu dirawat dan dilestarikan.
Perpaduan unsur sejarah dan budaya tersebut menunjukkan bahwa penguatan organisasi tidak harus meninggalkan akar tradisinya. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan gerak organisasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.


“M” dan Makna Angka Tiga
Lekukan utama pada logo membentuk karakter visual menyerupai huruf “M”, yang merepresentasikan kata Musker. Bentuk lengkung tersebut juga menggambarkan gerak organisasi yang dinamis dan berkesinambungan.
Sementara itu, angka tiga menjadi penanda pelaksanaan Muskercab. Angka tersebut juga memiliki makna filosofis sebagai tiga rangkaian yang saling berkaitan:
Khidmah – Jam’iyyah – Manfaat.
Khidmah menjadi semangat pengabdian, jam’iyyah menjadi wadah perjuangan, dan manfaat menjadi tujuan yang hendak diwujudkan bagi warga NU dan masyarakat luas.
Hijau, Kuning-Emas, dan Coklat
Paduan warna dalam logo turut memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
Hijau melambangkan akar tradisi yang kuat, pertumbuhan jam’iyyah, regenerasi, dan harapan masa depan.
Kuning dan emas merepresentasikan kemuliaan, kejayaan, kehormatan, nilai-nilai luhur, serta cita-cita besar organisasi.
Sementara coklat menggambarkan tanah, akar tradisi, dan kebudayaan sebagai bagian dari identitas masyarakat dan lingkungan tempat NU tumbuh.
Menjadi Penanda Menuju Masa Depan NU Sragen
Peluncuran logo Muskercab menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju forum strategis PCNU Sragen. Muskercab III diharapkan tidak berhenti pada evaluasi program, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kesinambungan kebijakan dan menentukan langkah organisasi ke depan.
Momentum tersebut juga menjadi bagian dari proses menyiapkan Grand Design NU Sragen 2027–2051, sebagai peta jalan jangka panjang yang diharapkan dapat menjadi arah bersama lintas kepengurusan.
Dengan demikian, logo Muskercab III membawa satu pesan utama: masa depan NU Sragen harus dibangun dengan tetap berpijak pada sejarah, merawat tradisi, memperkuat jam’iyyah, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Filosofi Lengkap beserta Link Download :











